Sabtu, 12 Februari 2011

Pengertian antioksidan


antioksidan merupakan senyawa penting dalam menjaga kesehatan tubuh karena berfungsi sebagai penangkap radikal bebas yang banyak terbentuk dalam tubuh. Antioksidan telah banyak dikenal, diproduksi dan digunakan dalam berbagai industry, terutama untuk menjaga umur produk yang mudah rusak. Fungsi utama antioksidan digunakan sebagai upaya untuk memperkecil terjadinya proses oksidasi dari lemak dan minyak, memperkecil terjadinya proses kerusakan dalam makanan, memperpanjang masa pemakaian dalam industry makanan, meningkatkan stabilitas lemak yang terkandung dalam makanan, serta mencegah hilangnya kualitas sensory dan nutrisi. Lipid peroksidase merupakan salah satu factor yang cukup berperan dalam kerusakan selama dalam penyimpanan dan pengolahan makanan.
Senyawa sintesis antioksidan yang cukup dikenal adalah butylatedhydroxytoluene (BHT) dan butylatedhydroxyanysole (BHA). Kedua senyawa antioksidan tersebut banyak dimanfaatkan dalam industry makanan dan minuman. Namun, beberapa hasil penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan telah membuktikan bahwa antioksidan tersebut mempunyai efek samping yang tidak diinginkan, yaitu berpotensi sebagai karsinogenik terhadap efek reproduksi dan metabolism, bahkan dalam jangka waktu lama tidak terjamin keamanannya. Berdasarkan uji toksisitas akut dan kronik pada hewan percobaan, pemakaian zat antioksidan maksimal diperbolehkan dalam campuran makanan adalah 200 ppm.
Radikal bebas dapat didefinisikan sebagai molekul atau senyawa yang keadaannya bebas dan mempunyai satu atau lebih electron bebas yang tidak berpasangan. Electron dari radikal bebas yang tidak berpasangan ini sangat mudah menarik electron dari molekul lainnya sehingga radikal bebas tersebut menjadi lebih reaktif. Oleh karena sangat reaktif, radikal bebas sangat mudah menyerang sel-sel yang sehat di dalam tubuh. Bila tidak pertahanan yang cukup optimal maka sel-sel sehat tersebut menjadi tidak sehat atau sakit. Senyawa yang dihasulkan oleh polusi, asap rokok, kondisi stress, bahkan oleh sinar matahari akan berinteraksi dengan radikal bebas di dalam tubuh. Secara tidak langsung, senyawa radikal tersebut akan merusak sel sehingga menyebabkan terjadinya suatu penyakit seperti sakit liver, kanker, dan kondisi yang berhubungan dengan umur seperti alzeimer.
Tubuh manusia mengahsilkan senyawa antioksidan, tetapi tidak cukup kuat untuk berkompetisi dengan radikal bebas yang dihasilkan setiap harinya oleh tubuh sendiri. Kekurangan antioksidan dalam tubuh membutuhkan asupan dari luar. Bila mulai menerapkan pola hidup, terutama pola makan yang benar seperti tidak makan daging dan hidup sebagai vegetarian akan sangat membantu dalam mengurangi risiko keracunan akibat radikal bebas. Sebenarnya, antioksidan juga saling berkompetn isi sesame sehingga membutuhkan campuran yang cukup tepat. Sebagai contoh, sumber antioksidan yang baik adalah vitamin A, C, E, dan mineral-mineral seperti selenium dan seng; tetapi dibutuhkan juga antioksidan dari herbal yang cukup berguna sebagai serat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar