Kanker adalah suatu penyakit di mana terjadi pertumbuhan sel-sel jaringan tubuh yang tidak normal, cepat, dan tak terkendali. Sel-sel kanker akan terus membelah diri, terlepas dari pengendalian pertumbuhan, dan tidak lagi menuruti hukum-hukum pembiakan. Bila pertumbuhan ini tidak cepat dihentikan dan diobati maka sel kanker akan berkembang terus. Sel kanker akan tumbuh menyusup ke jaringan sekitarnya (invasive), lalu membuat anak sebar (metastasis) ke tempat yang lebih jauh melalui pembuluh darah dan getah bening. Selanjutnya, akan tumbuh kanker baru di tempat lain sampai akhirnya menyebabkan kematian.
Dalam keadaan normal, sel hanya akan membelah diri bila tubuh membutuhkannya seperti mengganti sel-sel yang rusak atau mati. Sebaliknya, sel kanker akan membelah diri meskipun tidak dibutuhkan sehingga terjadi kelebihan sel –sel baru. Kanker dapat tumbuh disemua sel jaringan tubuh seperti sel kulit, sel hati, sel darah, sel otak, sel lambung, sel usus, sel paru, sel saluran kencing, dan berbagai macam sel tubuh lainnya. Oleh karena itu, dikenal bermacam-macam jenis kanker menurut sel atau jaringan asalnya. Keadaan ini yang menyebabkan adanya perbedaan kecepatan pertumbuhannya maupun reaksi terhadap pengobatan.
Dikenal bebrapa jenis kanker, seperti karsinoma, sarcoma, limfoma (neoplasma system limfatik) atau leukemia (neoplasma ganas sel darah putih). Karsinoma merupakan tumor ganas yang berasal dari sel epitel, misalnya kanker payudara, kanker kulit, dan kanker lambung. Adapun sarkoma merupakan tumor ganas yang berasal dari jaringan mesodermal, misalnya fibrosarkoma (tumor ganas jaringan ikat), limfosarkoma (tumor ganas system limfatik), dan osteosarkoma (tumor ganas pada tulang).
Penyakit kanker tidak pandang bulu, dapat menyerang siapapun pada semua golongan umur, tanpa memandang jenis kelamin, kebangsaan, atau golongan. Namun demikian, kanker sering menyerang manusia yang berusia lebih dari 40 tahun. Jenis kanker tertentu dapat lebih banyak mengenai golongan tertentu pula.
Meski kanker sama sekali menular, tetapi ada faktor penyebab yang dapat ditularkan, misalnya virus hepatitis B dan C. kedua virus tersebut menular dan diketahui bias menyebabkan kanker hati. Beberapa tipe kanker juga dapat diturunkan karena adanya mutasi dari gen spesifik yang akan diturunkan dari orang tua kepada anaknya. Kejadian tersebut bisa terlihat pada beberapa penyakit kanker seperti kanker payudara, kanker kolon dan melanoma. Adanya mutasi dari dua gen tang spesifik pada kanker payudara. Yaitu BRCA-1 dan BRCA-2, dapat dicari pada DNA darah manusia. Dari test ini dapat diketahui adanya kelebihan dini, yaitu sebelum berumur 40 tahun.
Tumor adalah istilah umum yang digunakan untuk segala pembengkakan atau benjolan yang disebabkan oleh apa pun, baik oleh pertumbuhan jaringan baru maupun adanya pengumpulan cairan seperti kista atau benjolan yang berisi darah akibat benturan. Namun, istilah tumor umumnya digunakan untuk menyatakan adanya benjolan oleh pertumbuhan jaringan baru, tetapi bukan radang. Oleh karena itu, dikenal istilah tumor jinak (benigne, benign) dan tumor ganas (maligna, malignant) yang berarti kanker. Tumor jinak tumbuhnya lambat, setempat (lokal), tidak menyebar ke bagian lain dari tubuh serta jarang mengganggu kesehatan.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KANKER (KARSINOGEN)
Sampai saat ini, penyebab kanker belum diketahui pasti. Ada banyak factor penyebab yang dapat menimbulkan kanker pada binatang percobaan . namun, hal ini belum sepenuhnya dapat dibuktikan pada manusia, walaupun patut mendapat perhatian. Gaya hidup modern dewasa ini juga dapat meningkatkan risiko pertumbuhan kanker. Misalnya saja kebiasaan merokok, konsumsi minuman keras yang berlebihan, banyak makan makanan berlemak, dan berganti-berganti pasangan seksual.
Karsinogen secara umum dapat diartikan sebagai penyebab yang dapat merangsang pembentukan kanker. Beberapa karsinogen yang diduga dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker sebagai berikut:
a. Senyawa kimia (zat karsinogen)
Banyak senyawa kimia yang dapat mempengaruhi timbulnya kanker pada berbagai macam jaringan. Misalnya sisa-sisa dari industri batubara, ter (jelaga), zat pewarna, zat pengawet, bahan tambahan pada makanan dan minuman, karbon tetraklorida (CCl4), asbes, merkuri, arsen, kloromium, benzene, kloramfenikol, fenilbutason, senyawa nitrosamine, aflatoksin B1, aflatoksin G1, asap rokok, dan sitostatika (alkil).
Kanker kulit banyak ditemukan pada pekerja pabrik cat dan pekerja yang membersihkan cerobong asap karena adanya kandungan senyawa hidrokarbon.
Kanker paru banyak ditemukan pada perokok dan perokok pasif karena menghirup kandungan nikotin (tar).
Termasuk makanan yang diasinkan, diasap dan dipanggang; makanan yang disimpan terlalu lama karena dapat tercemar aflatoksin yaitu zat beracun yang dihasilkan oleh jamur Aspergilus flavus, pemanis buatan seperti siklamat atau sakarin dan jangan menggunakan minyak sayur yang dimasak terlalu panas karena teroksidasi dan terbentuknya radikal bebas yang memicu pembentukan kangker.
b. Faktor fisika
Faktor fisika yang terutama radiasi seperti bom atom dan radioterapi agresive (radiasi sinar pengion)
Kangker kulit dapat ditimbulkan akibat sinar ultraviolet yang berasal dari matahari.
Kanker kulit dan leukemia dapat ditimbulkan oleh sinar radioaktif seperti sinar – X, dan sinar radiasi bom atom.
Gesekan atau benturan pada salah satu bagian tubuh yang berulang dalam jangka waktu lama merupakan rangsangan yang dapat mengakibatkan terjadinya kanker pada bagian tubuh tersebut. Hal inin disebabkan luka atau cedera pada tempat tersebut tidak sembuh dengan sempurna.
c. Virus
Pada binatang percobaaan, virus jelas dapat menyebabkaan kanker. Pada manusia hal ini belum dapat dipastikan, tetapi beberapa jenis virus berhubungan erat dengan perubahan sel normal menjadi sel kanker. Jenis virus ini disebut virus penyebab kanker atau virus onkogenik.
Terjadinya kanker hati (hepatoma) meningkat tajam pada penderita hepatitis kronis akibat virus hepatitis B dan C (VHB dan VHC). Ksnker serviks dihubungkan dengan terinfeksinya oleh human papiloma virus.
d. Hormone
Hormone adalah zat yang dihasilkan oleh kelenjar tubuh yang berfungsi mengatur kegiatan alat-alat tubuh. Diethyl stilbestrol, suatu hormone seks buatan yang umumnya digunakan untuk menggemukan hewan ternak, terbukti sebagai penyebab kanker rahim, payudara, dan alat reproduksi lainnya.
Pada beberapa penelitian diketahui bahwa peberian hormone tertentu secara berlebihan dapat menimbulkan kanker pada organ tubuh yang dipengaruhinya, seperti payudara, rahim, indung telur, dan prostate. Pengaruh sehingga dapat menyebabkan kanker belum dketahui secara pasti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar